Broken home is not bad
Sering kali orang memiliki paradigma yang negatif terhadap kasus perceraian. Khususnya di Indonesia ini, kasus perceraian menjadi sesuatu yang aneh sehingga menjadi perbincangan oleh banyak masyarakat. Banyak masyarakat yang menilai rumah tangga yang berantakan adalah hal yang buruk, lantaran pihaknya tak mampu mempertahankan rumah tangga yang mereka bangun dengan pilihan nya masing masing. dan yang menjadi mirisnya banyak juga yang menyalahkan atau diiimbas kepada anak anaknya. Ga sedikit orang menilai negatif tentang latar belakang anak yang berasal dari keluarga bercerai atau dikenal dengan istilah broken home.
Broken home sendiri diambil dari kata bahasa inggris, kata broken yang artinya berantakan dan home adalah rumah atau keluarga. Jadi, broken home berarti keluarga yang berantakan. Broken home tidak hanya menjurus tentang perceraian saja, tapi keluarga yang masih utuh namun orang tuanya selalu ribut juga bisa dikatakan broken home. Ketika sih anak tidak merasakan sebuah kenyamanan di dalam sebuah rumah, itu juga bisa dikatakan broken home. Tapi di sini broken home yang dibahas adalah "PERCERAIAN". dimana perceraian juga lebih sering ditemuin di masyarakat sekitar. Ketika sepasang suami istri terus menerus bertengkar, berpisah adalah salah satu pilihan terbaik mereka untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Terkadang mereka tidak punya pilihan lain karena tidak sanggup melawan ego mereka masing masing. Atau merasa kasihan pada psikologis sang anak yang harus melihat pertengkaran orang tuanya secara terus menerus. Akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk sama sama menghakiri rumah tangga mereka. tapi sayangnya banyak orang menyalahkan atau berfikir negatif terhadap anak yang berasal dari keluarga berantakan tanpa tau bagaimana perjalanan atau perasaaan sang anak. ketika sang anak nakal, kelakuan anak tersebut akan disangkut pautkan dengan permasalahan orang tua nya. mereka akan berfikir "wajar saja anaknya nakal, kan orang tuanya aja ga benar makanya ga bener ngurus rumah tangganya".
Padahal anak nya nakal penyebab nya karena terpengaruh pergaulan tapi disalahkan background orang tuanya. Lantas apakah anak yang berasal dari keluarga yang utuh seratus persen baik? belum tentu, dan itu tidak menjamin apapun. Itu tergantung pribadi masing orang mampu tidak memiliki pendirian teguh untuk tidak terpengaruh pergaulan.
Meskipun emang, ada sebagian anak broken home lah yang mudah terpengaruh karena masalah keluarganya membuat dia kehilangan jati dirinya dan hausnya akan perhatian tapi bukan berarti disama ratakan bahwa "anak dari orang tuanya yang bercerai pasti tidak benar". Anak hanya lah korban. Tidak ada orang tua yang mau rumah tangganya berantakan. begitu juga sebaliknya, tidak ada anak yang mau orang tuanya pisah. lalu mengapa anak yang harus disalahkan?
Peran orang tua lah disini yang begitu penting, untuk memperhatikan sikap dan tingkah laku anak. Sayangnya, ketika orang tua memutuskan berpisah dan menjadi orang tua tunggal banyak mereka lupa akan tugas dan tanggung jawab mereka untuk memperhatikan anaknya. dan akhirnya sang anak mencari kebahagiaan diluar sana bersama teman teman nya. Lantas apakah semua anak yang berasal dari keluarga berantakan adalah nakal? tidak, belum pasti! karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda beda.
Lalu, mengapa banyak orang masih menganggap rendah anak yang harus mengalami korban perceraian? terutama ketika sang anak ingin membangun bahtera rumah tangga. Ga sedikit orang masih memandang buruk mereka dan meyakini bahwa sang anak ga pantas membangun rumah tangga lantaran masalah orang tuanya akan mempengaruhi keadaan psikologis mereka. Apa anak yang berasal dari keluarga berantakan tidak berhak untuk bahagia? meraih impian mereka sejak kecil untuk menciptakan keluarga bahagia dan harmonis? mereka mengerti bagaimana rasa sakitnya sekalipun mereka terlihat normal dan seperti layaknya anak anak yang mempunyai keluarga yang utuh dan bahagia, tapi jauh didalam hati mereka pasti ada kehancuran yang tak mampu mereka ungkapkan. Lalu apakah mungkin mereka mau mengalamin sakit ke dua kalinya atau tega membuat anaknya merasakan hal yang sama kelak? jika pun mereka terpaksa harus berpisah karena keadaan memaksa mereka, tentu mereka akan jadi orang tua yang bijak. yang berfikir bahwa berpisah bukan berarti sang anak akan kehilangan kasih sayang yang sama dari ke dua orang tuanya. Jadi cobalah ubah pola pikir kita semua, yang berfikir bahwa anak yang berasal dari keluarga berantakan bukan berarti suatu saat rumah tangga nya ga benar, sehingga banyak orang khususnya orang tua takut menikahkan anaknya dengan anak yang background anak dari perceraian. Mereka berhak bahagia sama dengan anak yang berasal dari keluarga utuh. Mereka berhak menciptakan keluarga bahagia mereka. mereka bukan anak yang buruk yang harus dipandang sebelah mata, mereka hanya korban.

Komentar