True Love Never Death
Aku rindu setengah mati
kepada mu
sungguh ku ingin kau tau
aku rindu
setengah mati
aku rindu..
Alunan musik yang dinyanyikan oleh Rian D'masiv menemani hari ku dikala senja itu.
Ntah mengapa aku tiba tiba mengingat sosok bayangan yang pernah menghiasi hari ku.
4 tahun yang lalu saat aku masih memakai seragam putih abu abu.
Dengan senyuman yang begitu manis dan wajah nya yang tampan mampu memikat hatiku dan ingin rasanya bisa kembali seperti masa dulu.
"Apa kabar kamu? Dimana kamu sekarang? tak lagi pernah aku tau seperti dulu".
Kini hanya sehelai foto yang saat ini ku genggam yang menjadi kenangan.
*flashback ditaman sekolah*
"Nayla, lo udah siap belum PR matematika? tanya Grey. Iya, lelaki itu bernama Grey.
"Belum" jawabku sambil menggeleng gelengkan kepala.
"Nanti malam lo sibuk ga?" Tanya Grey lagi.
"Ga kok, kenapa?" Tanyaku.
"Nanti malam gue jemput ya jam 7, sekalian belajar bareng". Kata grey.
"heh, emang lo tau rumah gue? Tanyaku.
"Hahaha.. apa sih yang gue ga tau tentang lo.
Jangankan rumah lo, tanggal ulang tahun lo aja gue tau. Ingat, nanti malam gue jemput". Kata Grey sambil pergi meninggalkan ku.
Aku bertanya tanya dalam hati bagaimana mungkin Grey tau rumahku sedangkan yang ku tau yang tau rumahku hanyalah Bella sahabatku.
"ahh, pusing amat mikirinya. Bodoh amatlah" batinku.
Ya, malam itu ternyata benar Grey datang menjemputku. Dia mengajakku makan sambil ngerjain tugas bareng di salah satu
cafe dikotaku.
Hari demi hari berlalu, Semakin hari aku dan Grey begitu dekat. Kami selalu bersama sama. Kerjain tugas bareng, ke kantin bareng
dan paling penting adalah kami sama sama menyukai hobby yang sama "Basket". Grey adalah salah satu cowok populer disekolah pada masa itu. Ketua basket yang hebat, pintar dan aktif di organisasi (Osis). Banyak cewek yang ingin dekatin dia, namun dia tidak begitu tertarik pada cewe cewe yang genit disekolah.
Dan aku beruntung, aku pernah dekat dengan Grey.
Namun akhirnya kami mulai menjauh sejak aku tau bahwa Grey menyukai sahabatku, Bella. wajar saja banyak yang menyukai Bella termasuk Grey karena Bella cantik dan kaya. dan dia juga salah satu cewek populer disekolah saat itu.
***
Kini hanya sebuah foto yang bisa ku kenang dari nya, sampai pada akhirnya aku tertidur.
keesokan harinya, tiba tiba handphone ku berbunyi. whatsapp dari Andre teman kuliahku.
"Nay, hari ini lo sibuk ga?" Tanya andre via wa.
"Ga ndre, kenapa?" Tanyaku.
"Hari ini kita ke gramedia yuukk, gue mau nyari buku referensi skripsi nih" kata Andre.
"Oke, boleh" jawabku.
"Yaudah nanti gue jemput ya" balas Andre.
Aku dan Andre akhirnya pergi ke gramedia. Andre adalah teman kampus ku, dia baik orangnya. hanya saja dia sering dianggap aneh sama teman teman karena kutu buku. dia tidak suka nongkrong sana sini seperti anak muda lainnya. dia lebih memilih dirumah dan membaca buku atau pergi ke gramedia. itu sebabnya teman teman menjauhinya karena merasa dia tidak asik. Setiap berbicara pada Andre yang dibahas mata kuliah dan mata kuliah. Wajar sih, apalagi kami sudah semester 7. Sudah mulai sibuk dengan yang namanya Skripsi. Jadi ga hal aneh jika dia selalu bahas tentang Skripsi.
Sesampai di gramedia Andre mencari buku yang ingin dibeli. karena aku bosan aku pergi ke tempat novel dan berharap ada novel yang menarik yang bisa ku baca.
Tiba tiba mataku melirik ke sebuah novel, yang berjudul "CINTA SEJATI".
Aku sangat geli mendengar judulnya. Jujur saja, aku tidak begitu percaya ada kata "CINTA SEJATI". karena yang aku tau cinta sejati itu cinta Nya TUHAN kepada manusia. atau cinta ORANG TUA pada anaknya. tapi cinta pada kekasih hati mungkin itu hanya ditemukan di FTV atau lagu BCL sebagai soundtracknya film Habibie dan Haenun.
tapi aku penasaran dengan isinya, dan aku ingin tau bagaimana cerita novel itu.
karena novel itu ditempat yang tinggi, aku jinjit mencoba meraihnya. saat aku berhasil meraihnya, tiba tiba ada jemari yang menyentuh tanganku. Aku menolehnya dan
betapa kagetnya aku..
"Nayla, iya lo Nayla kan?" Suara laki laki itu, yang berusaha mengingat namaku.
Aku tersenyum dan pergi meninggalkan nya.
Bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengan Grey lagi setelah sekian lama aku tidak berjumpa padanya. Sejak dia jadian sama Bella, aku menjauhinya.
bukan karena aku tak rela melihat mereka bahagia tapi aku tidak bisa terus terusan menahan rasa sakit itu. Aku ingin melupakan nya, namun semakin aku mencoba melupakan nya semakin terasa sulit bagiku.
Dan lebih menyakitkan nya lagi, aku sendiri yang menyatukan mereka. aku ingat, saat Grey meminta bantuanku untuk mendekatkan diri nya pada Bella. mencari tau apa yang disukai Bella. Hal itu tentu sangat menyakitkan untukku.
Aku mencari Andre dan berharap Andre menemukan bukunya dan langsung pulang.
"Gimana ndre udah ketemu bukunya?" Tanyaku.
"Udah nih" kata Andre.
"Yaudah bayar gih, biar pulang" kataku.
"Lho, tumben pengen cepat pulang. Lo sakit? tanya Andre.
aku hanya geleng geleng kepala.
sepanjang perjalanan aku hanya terdiam membisu memikirkan yang digramedia tadi.
"Kenapa aku harus ketemu lagi?" pikirku.
Ntah kenapa hari ini benar benar menyebalkan. aku kembali teringat pada sosok Grey.
Setiba dirumah, lebih tepatnya di kamar. aku hanya menarik nafas panjang panjang dan membaringkan tubuhku dikasur yang empuk.
*Flashback ditaman malam hari*
"Nay, lo lihat deh bintang itu indah banget kan?
Tanya Grey sambil menunjukkan bintang bintang dilangit.
"Iya, indah banget" jawabku.
"Grey, lo tau ga?" tanyaku lagi.
"ga tau.. Kan belum cerita". Jawab grey yang memotong pembicaraanku sambil tertawa.
"Ihh, serius" kataku.
"iya, apa?" tanya Grey dengan wajah yang mulai serius.
"gue pengen banget deh menjadi bintang". kataku
"Kenapa gitu?" Tanya Grey dengan raut wajah yang heran.
"Karena bintang itu, walaupun mereka kecil dan jauh.. tapi mereka mampu menyinari banyak orang. Hebat kan?" kataku sambil menutup mata menikmati hembusan angin dikala malam itu.
"Menyinari gue ga?" Tanya Grey sambil tertawa meledeki ku.
"Iya, termasuk menyinari lo Grey.. gue ingin selalu bersinar dihati lo. menerangi kala lo sendiri" batinku.
"ihh, apaan sih.. Pede banget sih lo" jawabku sambil tertawa. Dan kami berdua saling tertawa.
Malam itu adalah malam yang sempurna. Aku bisa berduaan dengan Grey, menikmati deruan sang angin malam dan memandang langit yang begitu indah.
Mengingat masa masa itu akhirnya aku tertidur dan tanpa menyadari hari sudah pagi.
"Nayla bangun, kamu ga kuliah? Heyy.." kata mama.
"Jam berapa ini ma? Tanya ku sambil menguap dan mengucek kucek mataku.
"Jam 7" jawab mama.
"Apaaaaa??"
Segera aku melompat dari tempat tidur dan lari ke kamar mandi.
iya hari ini tepat hari senin, mata kuliah dosen yang paling killer.
Tak ada yang boleh terlambat, kalau terlambat tak boleh masuk atau bahkan di setrap seperti masa masa sekolah dulu. aku hanya berharap dosen nya terlambat atau tidak masuk karena ada acara.
***
Sesampai dikampus, dengan terburu burunya aku. tiba tiba
bruaakkk..
Beberapa buku jatuh berhamburan.
aku menabrak laki laki yang membawa buku tersebut.
Maaf, gue tak sengaja" kataku sambil menunduk dan membantunya ambil buku tersebut.
"Iya gak apa apa" Jawabnya.
"Nayla, Lo nayla kan? Katanya lagi saat dia menoleh ke arahku.
"I-.iyaaa" jawabku.
"Apa kabar? Tanya laki laki itu.
"Baik. Lo? Tanyaku.
"Baik juga" jawab laki laki itu sambil tersenyum.
"Eh lo kuliah disini? Fakultas apa? Tanyanya lagi.
"Iya, ekonomi. Lo? Jawabku dan balik bertanya.
"Wah lo mau nerusi usaha bokap lo ya? Gue ambil Hukum." Jawabnya.
"Iya, udah dulu ya gue buru buru nih" kataku sambil pergi meninggalkan nya.
Lagi lagi aku ketemu sama Grey dan ga
nyangkanya ternyata selama ini kami satu kampus. Sebenarnya sih aku masih ingin lama lama bertemu Grey. Masih ingin cerita banyak hal padanya. Tapi tiba tiba aku ingat tentang hubungan nya dengan Bella, akhirnya aku mengurungkan niatku untuk berlama bersama dengan Grey.
Huft..aku hanya bisa menarik nafas panjang panjang.
***
Waktu menunjukkan pukul 1 siang, mata kuliah sudah berakhir. Tiba tiba aku melihat sosok bayangan laki laki didepan ruanganku. Aku seperti mengenalnya.
Dan ternyata itu adalah GREY..
"Ngapain dia kesini? Apa mau mencariku ya? Pikirku.
Aku melihat nya dan berharap ia melihatku juga dan tersenyum padanya. namun ia tak melihatku melainkan melihat Kesia.
Iya tujuan nya hanya untuk menemui Kesia teman sekelasku.
"Kesia? Ngapain dia? Apa jangan jangan Grey sudah putus dengan Bella lalu dia sama Kesia ya?" Pikirku lagi.
ntah kenapa hati ini kembali terluka lagi saat melihat Grey begitu bahagia bersama Kesia. sudah lama aku tak melihat tawanya. Tapi kali ini Kesia menjadi alasan nya tertawa. dan mereka pun pergi.
****
Sesampai dirumah,
huft..hari ini benar benar membosankan.
ntah kenapa hati ini kembali sakit saat mengingat Kesia dan Grey.
Iya mereka terlihat sangat serasi, Kesia cantik dan Grey ganteng. Tentu saja mereka saling melengkapi.
Aku akhirnya tertidur karena terlalu capek dengan aktivitas hari ini belum lagi kami yang sudah semester 7 sibuk untuk mencari judul ya benar benar melelahkan.
***
Tak terasa jam berputar dengan cepat. sampai akhirnya malam tiba. dan tiba tiba handphone ku berbunyi sebuah pesan masuk dari whatssapp yang tidak ku tau itu nomor siapa.
Aku membukanya dan ternyata..
1 pesan dari 0812692******
Malam , ini gue Grey.
lo lagi apa ? Gue ganggu ga?
Hah, Grey? Ini ga mimpi kan? Grey WA aku? Batinku.
aku cepat cepat membalas dan berharap Grey membalasnya juga
Malam juga Grey.
ini lagi duduk aja, lo lagi apa?
Ga ganggu kok :)
Dengan cepat aku kirim.
Aku menunggu balasan dari dia. semenit, dua menit, tiga menit,tapi belum ada juga balasan darinya.
"Hah, Nay.. apa2 an sih lo berharap dia balas..emang lo siapanya? Iya kali aja dia sibuk telpon dengan Kesia" pikirku yang mulai kecewa.
tapi setelah 30 menit aku menunggu akhirnya handphone ku berbunyi. Dengan buru aku buka layar handphonenya dan
1 pesan dari 0812692*****
Maaf baru balas,
Sama duduk juga.. gue dapat nomor lo dari sepupu gue Kesia. Besok pulang kuliah lo ada waktu ga? Kita ketemuan yuukk ditaman dekat kampus..
"Hah? Jadi Kesia itu sepupunya? Jadi aku salah paham" Pikirku.
Dan aku pun langsung membalasnya..
Boleh, yaudah besok ya. sampe ketemu besok.
Malam itu benar benar malam yang sangat indah, dan aku tidak sabar menunggu esok hari bertemu dengan dia.
****
Keesokan nya dikampus, iya ingin rasanya waktu itu cepat berlalu. Bolak balik aku melihat jam ditangan berharap waktu menunjukkan pukul 13.00. tak sabar ingin bertemu Grey kembali.
dan akhirnya jam menunjukkan pukul 13.00. aku buru buru ke taman. Aku berharap aku
tidak terlambat dan berharap juga Grey belum tiba disana karena aku tau Grey tidak suka menunggu. Beruntung Grey belum tiba disana. dan aku menunggunya sembari melihat danau dekat taman dengan kicauan burung burung dan hembusan angin yang menyejukkan hati ini.
30 menit aku menanti seorang diri, namun tak terlihat tanda tanda seolah kedatangan Grey. Kekecewaan dalam hati yang datang..
"Grey, kamu dimana?" pikirku.
"Huft" kutarik nafasku perlahan lahan mencoba tenangkan diri.
"Ga seharusnya aku percaya kalau dia ingin bertemu denganku" batin ku sambil mencoba berdiri..
Iya, saat itu aku ingin pergi dengan meninggalkan harapan. Harapan bahwa Grey tak mungkin datang menemuiku.
"Tunggu.."
tiba tiba Grey datang menarik tanganku. Dia mencoba menarik nafas. Seperti orang yang habis berlari.
"Maaf terlambat, tadi gue dipanggil dosen. Katanya.
"Iya" kataku dengan suara pelan.
"Duduk dulu" kata Grey.
dan aku pun kembali duduk.
"Marah ya?" Kata Grey sambil duduk disampingku.
"Marah? Untuk apa aku marah? Aku ga punya alasan untuk marah padamu Grey" pikirku.
"Ga kok" kataku mencoba dengan wajah biasa.
"Itu buktinya, lo tambah manis sih kalau jutek gitu" kata Grey yang mencoba menggodaku.
iya begitulah grey. Dia sering menggodaku, dan itu yang membuat ku sulit melupakan nya.
"Ihh apaan sih" kataku dengan malu.
"Tuh kan pipinya merah, macam bakpao" sambil mencubit pipiku yang chubby..
"Ihh sakit Grey" kataku sambil memukul tangan nya dan lalu menggelitiknya. dan kami tertawa bahagia. Sudah lama aku tak melihat tawanya bersamaku, dan kali ini aku melihat tawa itu lagi..
"oh iya lo udah punya pacar belum? tanya Grey yang tiba tiba serius.
Dan aku hanya menggeleng gelengkan kepala.
"Kok belum? Lo kan cantik. pasti banyak yang mau sama lo..
atau jangan jangan lo nungguin gue ya?" kata Grey sambil tertawa yang kemudian membuat gue spontan kaget mendengarnya.
"Nungguin lo? Iya benar nungguin lo, ingin rasanya bilang kalau gue emang nungguin lo. gue belum bisa membuka hati gue ke orang lain. seandainya bisa gue bilang sejujurnya tentang perasaan gue ke elo. Apa lo mau? Lo bilang cowo cowo bakalan suka sama gue, tapi kenapa lo ga mau Grey? Batinku.
"kok, jadi diam?" tanya Grey lagi yang tiba tiba kami terdiam sebentar.
"Ihh apaan sih pede banget lo, iya kali gue nungguin cowok nyebelin kayak elo" jawabku sambil ngeledekin Grey.
"hahaha.. Iya kali aja" jawab Grey sambil tertawa.
"Lo gimana dengan Bella?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan yang sejenak
membuat Grey terdiam.
Grey menggeleng gelengkan kepala seperti menandakan sebuah kekecewaan.
Iya aku melihat ada kekecewaan dimata Grey,
dari awal aku sebenarnya tau Bella tak pernah mencintai Grey. Dia hanya terobsesi memiliki Grey dan ingin memanfaatin Grey. karena dia tau Grey dekat padaku. Bella tidak suka padaku, karena menurutnya aku adalah saingan nya. aku jauh lebih pintar darinya itu yang membuatnya iri. Tapi walaupun demikian Bella tetap lah sahabatku dan aku tak ingin mengecewakan nya begitu juga dengan Grey.
"Iya gitu"Jawab Grey.
"Gitu gimana? " tanyaku.
"Putus?" tanyaku lagi.
"Ada deh, mau tau aja" jawab Grey sambil tertawa..
"Ihh"...
Hari demi hari berganti hubungan
kami semakin dekat, rasa cintaku padanya semakin bertumbuh dan kuat.
Tak ingin aku melepasnya lagi. Akan selalu ku genggam erat dirinya agar dia tak pergi lagi dariku.
setiap hari kami jalan berdua bagaikan pasangan kekasih, tertawa bersama melakukan hal yang konyol, menghabiskan waktu malam dengan mengobrol banyak hal. hampir setiap malam kami berkomunikasian sebelum tidur. Iya, dia adalah orang yang mengajariku betapa pentingnya mengucapkan selamat tidur.
"Nay, tidur sana gih..jangan begadang. Gak baik" kata Grey ditelpon malam itu.
"gak mau ahh, gue mau begadang" kataku.
"Jangan" jawab Grey.
"kenapa? " tanyaku.
"nanti kalau lo begadang, gue datangi lo.. datangi ke dalam mimpi" kata Grey sambil tersenyum.
"Yaudah datang aja, paling gue usir" kataku dengan mencoba menahan tawa.
"yakin mau usir? Tanya Grey.
"Yakin dong" jawabku.
"Nanti gue bisa hilang dong kalau lo usir" jawab Grey.
"Terus gue kecarian, dan gue kehilangan lo lagi. gue jadi rindu deh" jawab ku dengan suara mulai pelan.
"Tapi gue ga rindu sama lo" jawab Grey.
"serius?" tanyaku.
"Iya, gue ga mau rindu. Kan gue mau dekat terus sama lo, jadi ga perlu rindu kan?" jawab Grey.
Kata kata Grey malam itu buat ku jadi senyum senyum sendiri. Meskipun aku belum pernah mendengar Grey mengatakan cinta padaku, dan kami belum Resmi berpacaran tapi bagiku status bukan sebuah alasan untuk tidak bisa bahagia bersama, karena
Menurutku, Cinta tidak hanya tentang status. tapi, tentang dia. dia yang selalu ada disisiku. dia yang selalu buatku nyaman dan bahagia.
namun kini udah 3 hari Grey tanpa kabar. tak ada nomornya muncul dilayar handphone ku, tak ada suara yang nememani tidur malam ku,dan tak ada tawanya lagi.
"Dimana kah Grey? "
***
Dikampus, aku akhirnya memutuskan menemui Kesia dan menanyakan keberadaan Grey kenapa beberapa hari ini ia menghilang.
Aku tau Kesia adalah sepupu Grey, dan sudah pasti Kesia tau dimana Grey.
"Kes, lo tau Grey dimana? tanyaku.
*diam dan meneteskan air mata*.
"Kes, kok lo nangis?" Tanyaku keheranan.
"Lo mau tau? Ikut gue" kata Kesia sambil menarik tangan ku dan membawaku ke suatu tempat.
RUMAH SAKIT, iya Kesia membawaku ke sebuah rumah sakit.
Aku tidak tau kenapa Kesia membawaku ke rumah sakit, tapi aku tau pasti ada alasan nya.
"Kita ngapain ke sini ? Tanyaku. dan tiba tiba aku merasakan perasaan tak enak.
"Udah nanti juga lo bakalan tau" kata Kesia.
Kesia membawa ku ke ruang ICU.
dan betapa kagetnya aku saat melihat seorang laki laki yang terbaring disana.
Dan ternyata laki laki itu adalah GREY. Grey terbaring lemah dan tak sadarkan diri.
"Lihat itu Grey, sudah 3 hari ia koma.
4 tahun lebih dia tersiksa dengan penyakitnya. kata dokter waktunya tak akan lama lagi.
Lo tau gak Nay, apa alasan dia tetap bertahan selama ini? Lo, lo alasan dia bisa bertahan.
dari SMA dia mencintai lo, namun ia tak mau mengunggkap kan nya karena ia takut lo akan sedih saat suatu hari nanti lo tau tentang penyakitnya. Ia tak mau lo menangis, dia tak mau lo terluka. Dia mau lo selalu bahagia, tersenyum.
Dia memacari bella sahabat lo bukan karena Cinta. tapi karena dia ingin dekat sama lo hanya itu alasan nya. Tapi apa.. lo menjauhi dia, dia berusaha mencari lo tapi lo menghilang begitu saja. Lo ingat waktu lo ketemu ditaman dan dia datang telat, dia bukan menemui dosen tapi penyakitnya kumat. Dia menahan rasa sakitnya demi menemui lo, agar lo tak kecewa. DIA CINTA SAMA LO Nay" Kata kesia sambil menangis menjelaskan semuanya..
Tiba tiba air mataku mengalir membasahi pipi. tak kuasa menahan tangis ku, aku berlari menghampiri Grey dan memeluknya.
"MAAAF.. Maafkan aku Grey" kataku sambil menggenggam jemari tangan nya berharap dia merasakan sentuhan tanganku, mencium keningnya berharap dia merasakan nya.
"Bangun Grey,hiks..hikss jangan tinggalin aku lagi" .. aku cinta padamu Grey..
aku mohon bangun.. aku disini" kataku yang tak kuasa menahan tangis sambil mengenggam jemari tangannya.
Tiba tiba jemari tangan nya bergerak dan matanya mulai perlahan terbuka..
"Nay..la" Grey memanggilku dengan terbata bata..
"Grey,, kamu sudah sadar" kataku sambil mengelus pipinya.
"Kamu tidak akan meninggalkan aku lagi kan?" tanyaku.
"gak" kata Grey yang mulai tersenyum padaku.
"Nay, aku cinta kamu" kata Grey sambil tersenyum dan mengenggam jemari tanganku.
kalau aku pergi, jaga hatimu untukku ya.. kata Grey lagi.
"Aku juga cinta kamu Grey, ga Grey.. Kamu ga boleh bilang gitu. Kamu pasti sembuh.. Iya kamu pasti sembuh, kamu jangan tinggalin aku..hikss" kataku sambil menangis.
"sstt!" Jangan nangis..kamu harus kuat," kata Grey sambil mengusap air mataku yang jatuh membasahi pipi.
" Jangan khawatir, aku tak akan ninggalin kamu.. karena aku ada Disini" kata Grey sambil menunjukkan hatiku.
"Terima kasih ya, buat waktu singkat ini" kata Grey lagi dengan pernafasan yang mulai terengah enggah. Wajahnya begitu pucat, dengan oksigen yang menutupi hidungnya.
"Sekarang aku bisa tenang dan bahagia. Waktuku sudah habis. aku lelah menahan sakit ini." Sambung Grey sambil perlahan
menutup matanya.
Tak kuasa aku menahan dan menjerit
"Greeyyy..bangun Greyyy...bangun: kataku sambil menggoncang tubuh Grey yang sudah membujur kaku..
"Jangan tinggalin aku Grey" ku peluk dia dengan sangat erat. Namun ia tak juga membuka matanya. Dan dia ternyata sudah tiada. Greyku sudah pergi. Pergi meninggalkanku yang ke dua kalinya. Pergi meninggalkanku seorang diri dengan harapan kosong.
Waktu berlalu begitu cepat. 3 hari setelah kepergian nya, Kesia memberikam sepucuk surat..
surat dari Grey yang terakhir kalinya.
Dear Nayla,
Mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah tiada..
maaf jika kepergian ku tiba tiba, maaf karena aku menutupi semua padamu aku tak ingin membuat kamu sedih dan menangis
aku tak ingin kamu khawatir dengan penyakitku.
terima kasih ya buat waktu yang singkat ini, aku mohon kamu jangan sedih walau aku tak bersamamu tapi percayalah hatiku tetap untukmu aku akan tetap menjagamu.
makasih buat tawa dan candamu, makasih buat senyuman indahmu, makasih buat ketulusan hatimu. aku akan selalu mencintai mu karena kamu adalah cinta sejatiku.
From: your love,Grey.
Sejak kepergian Grey semua terasa sepi dan mimpi untukku.
Walau pertemuan itu begitu singkat, namun sangat berarti.
aku tak begitu percaya dengan kata cinta sejati, tapi sejak aku bertemu kembali pada grey aku percaya CINTA SEJATI itu ada.
mungkin ini yang dinamakan cinta sejati, kami terpisah oleh jarak namun kami di pertemukan kembali. Mungkin ini alasan kenapa TUHAN memisahkan kami agar kami mengerti apa itu CINTA. Cinta yang mempertemukan kami, Cinta juga yang menyatukan kami walau akhirnya CINTA kami dipisahkan oleh Kematian.
End
kepada mu
sungguh ku ingin kau tau
aku rindu
setengah mati
aku rindu..
Alunan musik yang dinyanyikan oleh Rian D'masiv menemani hari ku dikala senja itu.
Ntah mengapa aku tiba tiba mengingat sosok bayangan yang pernah menghiasi hari ku.
4 tahun yang lalu saat aku masih memakai seragam putih abu abu.
Dengan senyuman yang begitu manis dan wajah nya yang tampan mampu memikat hatiku dan ingin rasanya bisa kembali seperti masa dulu.
"Apa kabar kamu? Dimana kamu sekarang? tak lagi pernah aku tau seperti dulu".
Kini hanya sehelai foto yang saat ini ku genggam yang menjadi kenangan.
*flashback ditaman sekolah*
"Nayla, lo udah siap belum PR matematika? tanya Grey. Iya, lelaki itu bernama Grey.
"Belum" jawabku sambil menggeleng gelengkan kepala.
"Nanti malam lo sibuk ga?" Tanya Grey lagi.
"Ga kok, kenapa?" Tanyaku.
"Nanti malam gue jemput ya jam 7, sekalian belajar bareng". Kata grey.
"heh, emang lo tau rumah gue? Tanyaku.
"Hahaha.. apa sih yang gue ga tau tentang lo.
Jangankan rumah lo, tanggal ulang tahun lo aja gue tau. Ingat, nanti malam gue jemput". Kata Grey sambil pergi meninggalkan ku.
Aku bertanya tanya dalam hati bagaimana mungkin Grey tau rumahku sedangkan yang ku tau yang tau rumahku hanyalah Bella sahabatku.
"ahh, pusing amat mikirinya. Bodoh amatlah" batinku.
Ya, malam itu ternyata benar Grey datang menjemputku. Dia mengajakku makan sambil ngerjain tugas bareng di salah satu
cafe dikotaku.
Hari demi hari berlalu, Semakin hari aku dan Grey begitu dekat. Kami selalu bersama sama. Kerjain tugas bareng, ke kantin bareng
dan paling penting adalah kami sama sama menyukai hobby yang sama "Basket". Grey adalah salah satu cowok populer disekolah pada masa itu. Ketua basket yang hebat, pintar dan aktif di organisasi (Osis). Banyak cewek yang ingin dekatin dia, namun dia tidak begitu tertarik pada cewe cewe yang genit disekolah.
Dan aku beruntung, aku pernah dekat dengan Grey.
Namun akhirnya kami mulai menjauh sejak aku tau bahwa Grey menyukai sahabatku, Bella. wajar saja banyak yang menyukai Bella termasuk Grey karena Bella cantik dan kaya. dan dia juga salah satu cewek populer disekolah saat itu.
***
Kini hanya sebuah foto yang bisa ku kenang dari nya, sampai pada akhirnya aku tertidur.
keesokan harinya, tiba tiba handphone ku berbunyi. whatsapp dari Andre teman kuliahku.
"Nay, hari ini lo sibuk ga?" Tanya andre via wa.
"Ga ndre, kenapa?" Tanyaku.
"Hari ini kita ke gramedia yuukk, gue mau nyari buku referensi skripsi nih" kata Andre.
"Oke, boleh" jawabku.
"Yaudah nanti gue jemput ya" balas Andre.
Aku dan Andre akhirnya pergi ke gramedia. Andre adalah teman kampus ku, dia baik orangnya. hanya saja dia sering dianggap aneh sama teman teman karena kutu buku. dia tidak suka nongkrong sana sini seperti anak muda lainnya. dia lebih memilih dirumah dan membaca buku atau pergi ke gramedia. itu sebabnya teman teman menjauhinya karena merasa dia tidak asik. Setiap berbicara pada Andre yang dibahas mata kuliah dan mata kuliah. Wajar sih, apalagi kami sudah semester 7. Sudah mulai sibuk dengan yang namanya Skripsi. Jadi ga hal aneh jika dia selalu bahas tentang Skripsi.
Sesampai di gramedia Andre mencari buku yang ingin dibeli. karena aku bosan aku pergi ke tempat novel dan berharap ada novel yang menarik yang bisa ku baca.
Tiba tiba mataku melirik ke sebuah novel, yang berjudul "CINTA SEJATI".
Aku sangat geli mendengar judulnya. Jujur saja, aku tidak begitu percaya ada kata "CINTA SEJATI". karena yang aku tau cinta sejati itu cinta Nya TUHAN kepada manusia. atau cinta ORANG TUA pada anaknya. tapi cinta pada kekasih hati mungkin itu hanya ditemukan di FTV atau lagu BCL sebagai soundtracknya film Habibie dan Haenun.
tapi aku penasaran dengan isinya, dan aku ingin tau bagaimana cerita novel itu.
karena novel itu ditempat yang tinggi, aku jinjit mencoba meraihnya. saat aku berhasil meraihnya, tiba tiba ada jemari yang menyentuh tanganku. Aku menolehnya dan
betapa kagetnya aku..
"Nayla, iya lo Nayla kan?" Suara laki laki itu, yang berusaha mengingat namaku.
Aku tersenyum dan pergi meninggalkan nya.
Bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengan Grey lagi setelah sekian lama aku tidak berjumpa padanya. Sejak dia jadian sama Bella, aku menjauhinya.
bukan karena aku tak rela melihat mereka bahagia tapi aku tidak bisa terus terusan menahan rasa sakit itu. Aku ingin melupakan nya, namun semakin aku mencoba melupakan nya semakin terasa sulit bagiku.
Dan lebih menyakitkan nya lagi, aku sendiri yang menyatukan mereka. aku ingat, saat Grey meminta bantuanku untuk mendekatkan diri nya pada Bella. mencari tau apa yang disukai Bella. Hal itu tentu sangat menyakitkan untukku.
Aku mencari Andre dan berharap Andre menemukan bukunya dan langsung pulang.
"Gimana ndre udah ketemu bukunya?" Tanyaku.
"Udah nih" kata Andre.
"Yaudah bayar gih, biar pulang" kataku.
"Lho, tumben pengen cepat pulang. Lo sakit? tanya Andre.
aku hanya geleng geleng kepala.
sepanjang perjalanan aku hanya terdiam membisu memikirkan yang digramedia tadi.
"Kenapa aku harus ketemu lagi?" pikirku.
Ntah kenapa hari ini benar benar menyebalkan. aku kembali teringat pada sosok Grey.
Setiba dirumah, lebih tepatnya di kamar. aku hanya menarik nafas panjang panjang dan membaringkan tubuhku dikasur yang empuk.
*Flashback ditaman malam hari*
"Nay, lo lihat deh bintang itu indah banget kan?
Tanya Grey sambil menunjukkan bintang bintang dilangit.
"Iya, indah banget" jawabku.
"Grey, lo tau ga?" tanyaku lagi.
"ga tau.. Kan belum cerita". Jawab grey yang memotong pembicaraanku sambil tertawa.
"Ihh, serius" kataku.
"iya, apa?" tanya Grey dengan wajah yang mulai serius.
"gue pengen banget deh menjadi bintang". kataku
"Kenapa gitu?" Tanya Grey dengan raut wajah yang heran.
"Karena bintang itu, walaupun mereka kecil dan jauh.. tapi mereka mampu menyinari banyak orang. Hebat kan?" kataku sambil menutup mata menikmati hembusan angin dikala malam itu.
"Menyinari gue ga?" Tanya Grey sambil tertawa meledeki ku.
"Iya, termasuk menyinari lo Grey.. gue ingin selalu bersinar dihati lo. menerangi kala lo sendiri" batinku.
"ihh, apaan sih.. Pede banget sih lo" jawabku sambil tertawa. Dan kami berdua saling tertawa.
Malam itu adalah malam yang sempurna. Aku bisa berduaan dengan Grey, menikmati deruan sang angin malam dan memandang langit yang begitu indah.
Mengingat masa masa itu akhirnya aku tertidur dan tanpa menyadari hari sudah pagi.
"Nayla bangun, kamu ga kuliah? Heyy.." kata mama.
"Jam berapa ini ma? Tanya ku sambil menguap dan mengucek kucek mataku.
"Jam 7" jawab mama.
"Apaaaaa??"
Segera aku melompat dari tempat tidur dan lari ke kamar mandi.
iya hari ini tepat hari senin, mata kuliah dosen yang paling killer.
Tak ada yang boleh terlambat, kalau terlambat tak boleh masuk atau bahkan di setrap seperti masa masa sekolah dulu. aku hanya berharap dosen nya terlambat atau tidak masuk karena ada acara.
***
Sesampai dikampus, dengan terburu burunya aku. tiba tiba
bruaakkk..
Beberapa buku jatuh berhamburan.
aku menabrak laki laki yang membawa buku tersebut.
Maaf, gue tak sengaja" kataku sambil menunduk dan membantunya ambil buku tersebut.
"Iya gak apa apa" Jawabnya.
"Nayla, Lo nayla kan? Katanya lagi saat dia menoleh ke arahku.
"I-.iyaaa" jawabku.
"Apa kabar? Tanya laki laki itu.
"Baik. Lo? Tanyaku.
"Baik juga" jawab laki laki itu sambil tersenyum.
"Eh lo kuliah disini? Fakultas apa? Tanyanya lagi.
"Iya, ekonomi. Lo? Jawabku dan balik bertanya.
"Wah lo mau nerusi usaha bokap lo ya? Gue ambil Hukum." Jawabnya.
"Iya, udah dulu ya gue buru buru nih" kataku sambil pergi meninggalkan nya.
Lagi lagi aku ketemu sama Grey dan ga
nyangkanya ternyata selama ini kami satu kampus. Sebenarnya sih aku masih ingin lama lama bertemu Grey. Masih ingin cerita banyak hal padanya. Tapi tiba tiba aku ingat tentang hubungan nya dengan Bella, akhirnya aku mengurungkan niatku untuk berlama bersama dengan Grey.
Huft..aku hanya bisa menarik nafas panjang panjang.
***
Waktu menunjukkan pukul 1 siang, mata kuliah sudah berakhir. Tiba tiba aku melihat sosok bayangan laki laki didepan ruanganku. Aku seperti mengenalnya.
Dan ternyata itu adalah GREY..
"Ngapain dia kesini? Apa mau mencariku ya? Pikirku.
Aku melihat nya dan berharap ia melihatku juga dan tersenyum padanya. namun ia tak melihatku melainkan melihat Kesia.
Iya tujuan nya hanya untuk menemui Kesia teman sekelasku.
"Kesia? Ngapain dia? Apa jangan jangan Grey sudah putus dengan Bella lalu dia sama Kesia ya?" Pikirku lagi.
ntah kenapa hati ini kembali terluka lagi saat melihat Grey begitu bahagia bersama Kesia. sudah lama aku tak melihat tawanya. Tapi kali ini Kesia menjadi alasan nya tertawa. dan mereka pun pergi.
****
Sesampai dirumah,
huft..hari ini benar benar membosankan.
ntah kenapa hati ini kembali sakit saat mengingat Kesia dan Grey.
Iya mereka terlihat sangat serasi, Kesia cantik dan Grey ganteng. Tentu saja mereka saling melengkapi.
Aku akhirnya tertidur karena terlalu capek dengan aktivitas hari ini belum lagi kami yang sudah semester 7 sibuk untuk mencari judul ya benar benar melelahkan.
***
Tak terasa jam berputar dengan cepat. sampai akhirnya malam tiba. dan tiba tiba handphone ku berbunyi sebuah pesan masuk dari whatssapp yang tidak ku tau itu nomor siapa.
Aku membukanya dan ternyata..
1 pesan dari 0812692******
Malam , ini gue Grey.
lo lagi apa ? Gue ganggu ga?
Hah, Grey? Ini ga mimpi kan? Grey WA aku? Batinku.
aku cepat cepat membalas dan berharap Grey membalasnya juga
Malam juga Grey.
ini lagi duduk aja, lo lagi apa?
Ga ganggu kok :)
Dengan cepat aku kirim.
Aku menunggu balasan dari dia. semenit, dua menit, tiga menit,tapi belum ada juga balasan darinya.
"Hah, Nay.. apa2 an sih lo berharap dia balas..emang lo siapanya? Iya kali aja dia sibuk telpon dengan Kesia" pikirku yang mulai kecewa.
tapi setelah 30 menit aku menunggu akhirnya handphone ku berbunyi. Dengan buru aku buka layar handphonenya dan
1 pesan dari 0812692*****
Maaf baru balas,
Sama duduk juga.. gue dapat nomor lo dari sepupu gue Kesia. Besok pulang kuliah lo ada waktu ga? Kita ketemuan yuukk ditaman dekat kampus..
"Hah? Jadi Kesia itu sepupunya? Jadi aku salah paham" Pikirku.
Dan aku pun langsung membalasnya..
Boleh, yaudah besok ya. sampe ketemu besok.
Malam itu benar benar malam yang sangat indah, dan aku tidak sabar menunggu esok hari bertemu dengan dia.
****
Keesokan nya dikampus, iya ingin rasanya waktu itu cepat berlalu. Bolak balik aku melihat jam ditangan berharap waktu menunjukkan pukul 13.00. tak sabar ingin bertemu Grey kembali.
dan akhirnya jam menunjukkan pukul 13.00. aku buru buru ke taman. Aku berharap aku
tidak terlambat dan berharap juga Grey belum tiba disana karena aku tau Grey tidak suka menunggu. Beruntung Grey belum tiba disana. dan aku menunggunya sembari melihat danau dekat taman dengan kicauan burung burung dan hembusan angin yang menyejukkan hati ini.
30 menit aku menanti seorang diri, namun tak terlihat tanda tanda seolah kedatangan Grey. Kekecewaan dalam hati yang datang..
"Grey, kamu dimana?" pikirku.
"Huft" kutarik nafasku perlahan lahan mencoba tenangkan diri.
"Ga seharusnya aku percaya kalau dia ingin bertemu denganku" batin ku sambil mencoba berdiri..
Iya, saat itu aku ingin pergi dengan meninggalkan harapan. Harapan bahwa Grey tak mungkin datang menemuiku.
"Tunggu.."
tiba tiba Grey datang menarik tanganku. Dia mencoba menarik nafas. Seperti orang yang habis berlari.
"Maaf terlambat, tadi gue dipanggil dosen. Katanya.
"Iya" kataku dengan suara pelan.
"Duduk dulu" kata Grey.
dan aku pun kembali duduk.
"Marah ya?" Kata Grey sambil duduk disampingku.
"Marah? Untuk apa aku marah? Aku ga punya alasan untuk marah padamu Grey" pikirku.
"Ga kok" kataku mencoba dengan wajah biasa.
"Itu buktinya, lo tambah manis sih kalau jutek gitu" kata Grey yang mencoba menggodaku.
iya begitulah grey. Dia sering menggodaku, dan itu yang membuat ku sulit melupakan nya.
"Ihh apaan sih" kataku dengan malu.
"Tuh kan pipinya merah, macam bakpao" sambil mencubit pipiku yang chubby..
"Ihh sakit Grey" kataku sambil memukul tangan nya dan lalu menggelitiknya. dan kami tertawa bahagia. Sudah lama aku tak melihat tawanya bersamaku, dan kali ini aku melihat tawa itu lagi..
"oh iya lo udah punya pacar belum? tanya Grey yang tiba tiba serius.
Dan aku hanya menggeleng gelengkan kepala.
"Kok belum? Lo kan cantik. pasti banyak yang mau sama lo..
atau jangan jangan lo nungguin gue ya?" kata Grey sambil tertawa yang kemudian membuat gue spontan kaget mendengarnya.
"Nungguin lo? Iya benar nungguin lo, ingin rasanya bilang kalau gue emang nungguin lo. gue belum bisa membuka hati gue ke orang lain. seandainya bisa gue bilang sejujurnya tentang perasaan gue ke elo. Apa lo mau? Lo bilang cowo cowo bakalan suka sama gue, tapi kenapa lo ga mau Grey? Batinku.
"kok, jadi diam?" tanya Grey lagi yang tiba tiba kami terdiam sebentar.
"Ihh apaan sih pede banget lo, iya kali gue nungguin cowok nyebelin kayak elo" jawabku sambil ngeledekin Grey.
"hahaha.. Iya kali aja" jawab Grey sambil tertawa.
"Lo gimana dengan Bella?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan yang sejenak
membuat Grey terdiam.
Grey menggeleng gelengkan kepala seperti menandakan sebuah kekecewaan.
Iya aku melihat ada kekecewaan dimata Grey,
dari awal aku sebenarnya tau Bella tak pernah mencintai Grey. Dia hanya terobsesi memiliki Grey dan ingin memanfaatin Grey. karena dia tau Grey dekat padaku. Bella tidak suka padaku, karena menurutnya aku adalah saingan nya. aku jauh lebih pintar darinya itu yang membuatnya iri. Tapi walaupun demikian Bella tetap lah sahabatku dan aku tak ingin mengecewakan nya begitu juga dengan Grey.
"Iya gitu"Jawab Grey.
"Gitu gimana? " tanyaku.
"Putus?" tanyaku lagi.
"Ada deh, mau tau aja" jawab Grey sambil tertawa..
"Ihh"...
Hari demi hari berganti hubungan
kami semakin dekat, rasa cintaku padanya semakin bertumbuh dan kuat.
Tak ingin aku melepasnya lagi. Akan selalu ku genggam erat dirinya agar dia tak pergi lagi dariku.
setiap hari kami jalan berdua bagaikan pasangan kekasih, tertawa bersama melakukan hal yang konyol, menghabiskan waktu malam dengan mengobrol banyak hal. hampir setiap malam kami berkomunikasian sebelum tidur. Iya, dia adalah orang yang mengajariku betapa pentingnya mengucapkan selamat tidur.
"Nay, tidur sana gih..jangan begadang. Gak baik" kata Grey ditelpon malam itu.
"gak mau ahh, gue mau begadang" kataku.
"Jangan" jawab Grey.
"kenapa? " tanyaku.
"nanti kalau lo begadang, gue datangi lo.. datangi ke dalam mimpi" kata Grey sambil tersenyum.
"Yaudah datang aja, paling gue usir" kataku dengan mencoba menahan tawa.
"yakin mau usir? Tanya Grey.
"Yakin dong" jawabku.
"Nanti gue bisa hilang dong kalau lo usir" jawab Grey.
"Terus gue kecarian, dan gue kehilangan lo lagi. gue jadi rindu deh" jawab ku dengan suara mulai pelan.
"Tapi gue ga rindu sama lo" jawab Grey.
"serius?" tanyaku.
"Iya, gue ga mau rindu. Kan gue mau dekat terus sama lo, jadi ga perlu rindu kan?" jawab Grey.
Kata kata Grey malam itu buat ku jadi senyum senyum sendiri. Meskipun aku belum pernah mendengar Grey mengatakan cinta padaku, dan kami belum Resmi berpacaran tapi bagiku status bukan sebuah alasan untuk tidak bisa bahagia bersama, karena
Menurutku, Cinta tidak hanya tentang status. tapi, tentang dia. dia yang selalu ada disisiku. dia yang selalu buatku nyaman dan bahagia.
namun kini udah 3 hari Grey tanpa kabar. tak ada nomornya muncul dilayar handphone ku, tak ada suara yang nememani tidur malam ku,dan tak ada tawanya lagi.
"Dimana kah Grey? "
***
Dikampus, aku akhirnya memutuskan menemui Kesia dan menanyakan keberadaan Grey kenapa beberapa hari ini ia menghilang.
Aku tau Kesia adalah sepupu Grey, dan sudah pasti Kesia tau dimana Grey.
"Kes, lo tau Grey dimana? tanyaku.
*diam dan meneteskan air mata*.
"Kes, kok lo nangis?" Tanyaku keheranan.
"Lo mau tau? Ikut gue" kata Kesia sambil menarik tangan ku dan membawaku ke suatu tempat.
RUMAH SAKIT, iya Kesia membawaku ke sebuah rumah sakit.
Aku tidak tau kenapa Kesia membawaku ke rumah sakit, tapi aku tau pasti ada alasan nya.
"Kita ngapain ke sini ? Tanyaku. dan tiba tiba aku merasakan perasaan tak enak.
"Udah nanti juga lo bakalan tau" kata Kesia.
Kesia membawa ku ke ruang ICU.
dan betapa kagetnya aku saat melihat seorang laki laki yang terbaring disana.
Dan ternyata laki laki itu adalah GREY. Grey terbaring lemah dan tak sadarkan diri.
"Lihat itu Grey, sudah 3 hari ia koma.
4 tahun lebih dia tersiksa dengan penyakitnya. kata dokter waktunya tak akan lama lagi.
Lo tau gak Nay, apa alasan dia tetap bertahan selama ini? Lo, lo alasan dia bisa bertahan.
dari SMA dia mencintai lo, namun ia tak mau mengunggkap kan nya karena ia takut lo akan sedih saat suatu hari nanti lo tau tentang penyakitnya. Ia tak mau lo menangis, dia tak mau lo terluka. Dia mau lo selalu bahagia, tersenyum.
Dia memacari bella sahabat lo bukan karena Cinta. tapi karena dia ingin dekat sama lo hanya itu alasan nya. Tapi apa.. lo menjauhi dia, dia berusaha mencari lo tapi lo menghilang begitu saja. Lo ingat waktu lo ketemu ditaman dan dia datang telat, dia bukan menemui dosen tapi penyakitnya kumat. Dia menahan rasa sakitnya demi menemui lo, agar lo tak kecewa. DIA CINTA SAMA LO Nay" Kata kesia sambil menangis menjelaskan semuanya..
Tiba tiba air mataku mengalir membasahi pipi. tak kuasa menahan tangis ku, aku berlari menghampiri Grey dan memeluknya.
"MAAAF.. Maafkan aku Grey" kataku sambil menggenggam jemari tangan nya berharap dia merasakan sentuhan tanganku, mencium keningnya berharap dia merasakan nya.
"Bangun Grey,hiks..hikss jangan tinggalin aku lagi" .. aku cinta padamu Grey..
aku mohon bangun.. aku disini" kataku yang tak kuasa menahan tangis sambil mengenggam jemari tangannya.
Tiba tiba jemari tangan nya bergerak dan matanya mulai perlahan terbuka..
"Nay..la" Grey memanggilku dengan terbata bata..
"Grey,, kamu sudah sadar" kataku sambil mengelus pipinya.
"Kamu tidak akan meninggalkan aku lagi kan?" tanyaku.
"gak" kata Grey yang mulai tersenyum padaku.
"Nay, aku cinta kamu" kata Grey sambil tersenyum dan mengenggam jemari tanganku.
kalau aku pergi, jaga hatimu untukku ya.. kata Grey lagi.
"Aku juga cinta kamu Grey, ga Grey.. Kamu ga boleh bilang gitu. Kamu pasti sembuh.. Iya kamu pasti sembuh, kamu jangan tinggalin aku..hikss" kataku sambil menangis.
"sstt!" Jangan nangis..kamu harus kuat," kata Grey sambil mengusap air mataku yang jatuh membasahi pipi.
" Jangan khawatir, aku tak akan ninggalin kamu.. karena aku ada Disini" kata Grey sambil menunjukkan hatiku.
"Terima kasih ya, buat waktu singkat ini" kata Grey lagi dengan pernafasan yang mulai terengah enggah. Wajahnya begitu pucat, dengan oksigen yang menutupi hidungnya.
"Sekarang aku bisa tenang dan bahagia. Waktuku sudah habis. aku lelah menahan sakit ini." Sambung Grey sambil perlahan
menutup matanya.
Tak kuasa aku menahan dan menjerit
"Greeyyy..bangun Greyyy...bangun: kataku sambil menggoncang tubuh Grey yang sudah membujur kaku..
"Jangan tinggalin aku Grey" ku peluk dia dengan sangat erat. Namun ia tak juga membuka matanya. Dan dia ternyata sudah tiada. Greyku sudah pergi. Pergi meninggalkanku yang ke dua kalinya. Pergi meninggalkanku seorang diri dengan harapan kosong.
Waktu berlalu begitu cepat. 3 hari setelah kepergian nya, Kesia memberikam sepucuk surat..
surat dari Grey yang terakhir kalinya.
Dear Nayla,
Mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah tiada..
maaf jika kepergian ku tiba tiba, maaf karena aku menutupi semua padamu aku tak ingin membuat kamu sedih dan menangis
aku tak ingin kamu khawatir dengan penyakitku.
terima kasih ya buat waktu yang singkat ini, aku mohon kamu jangan sedih walau aku tak bersamamu tapi percayalah hatiku tetap untukmu aku akan tetap menjagamu.
makasih buat tawa dan candamu, makasih buat senyuman indahmu, makasih buat ketulusan hatimu. aku akan selalu mencintai mu karena kamu adalah cinta sejatiku.
From: your love,Grey.
Sejak kepergian Grey semua terasa sepi dan mimpi untukku.
Walau pertemuan itu begitu singkat, namun sangat berarti.
aku tak begitu percaya dengan kata cinta sejati, tapi sejak aku bertemu kembali pada grey aku percaya CINTA SEJATI itu ada.
mungkin ini yang dinamakan cinta sejati, kami terpisah oleh jarak namun kami di pertemukan kembali. Mungkin ini alasan kenapa TUHAN memisahkan kami agar kami mengerti apa itu CINTA. Cinta yang mempertemukan kami, Cinta juga yang menyatukan kami walau akhirnya CINTA kami dipisahkan oleh Kematian.
End
Komentar